Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aku Tak Bisa Sebagai Kamu, Kamu pun Tak Bisa Sebagai Aku

 Aku tidak bisa sebagai kamu, kamu pun tidak bisa sebagai aku.

Masing-masing orang punya perannya masing-masing.

Masing-masing makhluk punya takdirnya masing-masing.

Ketika ada yang nyeletuk: "Enak ya jadi kamu, udah kaya, ganteng, pinter lagi"

Padahal kalau ditukar posisi, ditukar peran, ditukar takdir, belum tentu ia bersyukur.

Bisa jadi ternyata ia mengeluh juga. Mungkin karena sering sakit. Mungkin karena banyak tanggung jawab keluarga. Mungkin juga karena banyak rintangan hidup lainnya yang dia (si penyeletuk) tidak tahu.

Syukurilah hidup kita.

Aku tidak bisa seperti kamu, dan kamu pun tidak bisa seperti aku. *Aku tidak bisa sebagai kamu, dan kamu pun tidak bisa sebagai aku.*


(Sumber gambar: google images)

Andaikan bisa, tentu tak identik. Sebagaimana orang kembar identik pun perangai dan bakatnya tak identik.

Tetaplah bersyukur dengan diri kita.

Tetaplah berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa memohon yang terbaik.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, memberikan kita hidup yang baik, penuh keberkahan, dan beruntung.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, menganugerahkan kita kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.

Semoga Allah memberikan kita kemudahan dalam menjalani hidup. Sehingga bisa sejahtera di dunia dan juga sejahtera di akhirat, sesuai peran kita sesuai kehendak-Nya.

Robbana atina fiddunya hasanah, wafil akhiroti hasanah, waqina 'adzabannar.

Posting Komentar untuk "Aku Tak Bisa Sebagai Kamu, Kamu pun Tak Bisa Sebagai Aku"